Pages

Lola belajar naik motor part selanjutnya....

Selasa, 18 Agustus 2009


Menghitung hari menjelang hari besar saya a.k.a sidang, saya mencoba menghilangkan kegelisahan yang sudah diramalkan teman2 seperjuangan saya yang sudah sidang duluan..... Selain semakin hedon dengan dunia saya (walaupun saya tau itu sia2), untuk pertama kalinya saya tidak bisa cuek begitu saja. Saya akui saya takut, walaupun ujung2nya sekarang saya cuek lagi. Oh God!!! I miss my friends, ayo karaokean!! Saya butuh teriak2 ini.... AAAAAAAAAAAAAAAAAA.....

Setelah paragraf yang agak lebay tadi, saya mencoba cara refreshing terbaru, ngajarin Lola naik motor. Sebenarnya bukan ngajarin, tapi menemani dengan menambah berat beban motor alias saya dibonceng Lola. Jangan dikira ini hal biasa saja, karena sekresi adrenalin yang dikeluarkan oleh refreshing yang ini hampir setara dengan adrenalin yang akan dikeluarkan nanti pas sidang.... Itu tidak termasuk acara ngerem pake kaki yang mendadak dan akrobat yang bagus untuk masuk selokan sekali lagi (baca: saya masih trauma dengan kejadian nyungsep di selokan Bu Haji). Jadi bisa dibayangkan saya cukup tersiksa terlatih untuk menghadapi sidang nanti.

Dengan adegan yang banyak sekali penuh sensoran a.k.a sadis penuh adegan gory alias berdarah-darah (saya bohong :P), yang pasti adegannya bisa bikin jantung melompat kalo anda mengalami sendiri.... Saya menyadari ternyata cukup mudah untuk membuat Lola rileks, yaitu dengan mengajaknya bicara, saya tidak menganjurkan mempraktekan berbicara dengan sopir di saat naik bus malem dengan penerangan hanya dengan lampu bus dan itupun yang nyala cuman satu. Sampailah saya pada topik sidangnya dia, ini berdasarkan pernyataannya sendiri dengan editan kepada saya.

Lola : Kapan kau sidang sista?
Saya : Minggu ini, kalo jadi. | Adegan mau masuk selokan..... |
Lola : Nyante aja, kau kan tau aku seperti apa, bisa lolos kan, tidak separah yang kau pikirkan sista. |Saya akui Lola kikuk, tapi kayaknya saya lebih parah...|
Lola : Aku waktu sidang masuk pertama langsung aja mau presentasi trus kata dokter XXX "Lho, jangan dulu dek, saya buka dulu sidangnya." Aku ngakak tau^^ |ternyata emang cukup parah...|
Lola : Pokoknya banyak2 berdoa aja. |Saya jadi pendengar setia dari tips2 mbah Lola|
Saya : Pertanyaannya gimana La? |Kali ini adegan ngerem mendadak...|
Lola : Seputar teori kok pertanyaannya. Aku ditanyain apa maksud temefos 10 persen sama dokter XXY lama2 kayak kelainan kromosom kan dikasih pilihan beratnya apa volum, aku jawab volum apa berat ya? bodo amat dah, yang punya skripsi aja lupa, kata dokternya salah dek yang bener itu gini. Aduhhhh ngakak tok aku |Percaya...|
Lola : Dokter XXX sampe bilang gini ke penguji laennya "Ya begini ini dok, anak didik saya yang ini" wahahahahhaha.... |Dokternya udah maklum dengan penampakanmu sista, sista|
Lola : Yakin deh kamu pasti bisa!! |Seketika langit berubah cerah, dan terdengar suara kicau burung di mana2 Wahahahahhaha|
Saya : Thanks ya^^

Seketika beban itu terasa sangat2 ringan, terima kasih Ya Allah, Kau kirimkan malaikat untukku hari ini^^


Mojojojo berlanjut ke guru besar

Senin, 17 Agustus 2009

Lanjutan dari note mojojojo.... membawa saya ke kenangan saya 3 tahun lalu, ketika saya masih polos2nya (walaupun masih bertahan sampai sekarang :P) dan berkenalan pertama kali dengan sang guru besar......

Anatomi, satu hal yang pasti harus dikuasai oleh calon dokter. Seorang mahasiswa kedokteran sudah pasti harus menyentuh guru besar mereka, yaitu kadaver dan pasien, yang wajib dihormati sebagai layaknya seorang guru.... Dalam anatomi para mahasiswa kedokteran harus berkutat dengan sang guru besar untuk benar2 mengetahui struktur2 tubuh manusia dan hubungan masing2 struktur, mulai dari osseus, muskulus, vasa, nervus, dan bagian2nya serta bentukan2 khas anatomi. Tentu saja para mahasiswa kedokteran tersebut ditemani oleh sahabat setia anatomi yaitu sobotta alias mas botta yang akan menunjukan letak dan nama struktur2 di tubuh manusia. Namun kadang yang mas bota bilang dan yang ada di guru besar berbeda, karena itu praktikum sudah pasti wajib dijalani para mahasiswa kedokteran.

Kalo pas review sebelum ujian anatomi biasanya ada 1 orang dosen dan 1 guru besar yang di tengah dan dikerubutin 55 orang (angkatan saya segini sebelum ditinggal bang roma, hiks...). Sudah pasti berkutat dengan formalin.... mulai bau yg menusuk hidung sampai membuat air mata meleleh.... *bukan karena kita terlalu terharu... tetapi itu benar2 efek formalin.... kalo tidak percaya coba sendiri......

Dari 55 orang itu sudah pasti pada berebut tempat terdepan untuk selalu dekat dengan sang dosen yang kecil imut2..... Bukan karena kita naksir ya, tetapi supaya bisa menyerap informasi sebanyak2nya..... Walaupun akhirnya cuman tahan 5 menit doang gara2 mabok formalin.... Bayangkan seperti berada di ruang hampa udar,,, hmmm,,, kayaknya lebih seperti tenggelam di dasar laut dengan kedalaman palung marina (benar atau nggak sih ini palung terdalam??? bodo amat dah,,, saya toh emang tidak ahli geografi ahahhaha) dengan berbagi tekanan dari segala sisi dan oksigen yang menipis... itu juga oksigennya tercampur gas beracun....

Biasanya saya cari amannya, saya ambil kursi, saya taruh di dekat dosen dan saya berdiri di situ, walaupun agak belakang, yang penting reseptor2 di telinga dan mata saya dapat menjangkau dan mampu mengirim informasi yang valid ke otak saya. Mungkin merupakan cara yang agak freak untuk dipraktekkan tapi mau gimana lagi, se-patho*2nya saya butuh ngerti anatomi kok wahahahaha. Walaupun akhirnya saya jadi pioner dan sangat2 perlu untuk mempatenkan cara naik kursi tersebut, karena banyak teman2 saya yang akhirnya mengikuti cara saya. Jadi dah, ajang perumpian diatas review anatomi....

Bahkan tonjolan dan cekungan pun punya nama...... dan yang pasti ada di setiap tulang keras adalah foramen nutricia...... atau lobang masuknya pembuluh darah..... karena itu dia selalu ada di setiap tulang keras, kalo tulang rawan beda lagi karena perbedaan transpor nutrisinya.... Karena itu biasanya teman2 saya jarang tidur hanya untuk menghafalkan dan memahami anatomi....

Saya kangen masa2 itu....